Belajar Bersama Alam
Tanaman karet berasal dari bahasa latin yang bernama Hevea braziliensis yang berasal dari Brazil.
Sejarah karet bermula ketika Christopher Columbus menemukan benua
Amerika pada tahun 1476. saat itu, Columbus tercengang melihat
orang-orang Indian bermain bola dengan menggunakan suatu bahan yang
dapat memantul bila dijatuhkan ketanah. Bola tersebut terbuat dari
campuran akar, kayu, dan rumput yang dicampur dengan suatu bahan
(lateks) kemudian dipanaskan diatas api unggun.
Tanaman karet merupakan pohon yang tumbuh tinggi dan berbatang cukup besar, tinggi pohon dewasa mencapai 15-25 meter. Batang tanaman biasanya tumbuh lurus dan memiliki percabangan yang tinggi diatas. Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal dengan nama lateks. Daun karet terdiri dari tangkai daun utama dan tangkai anak daun. Panjang tangkai daun utama 3-20cm. Panjang tangkai anak daun sekitar 3-10cm dan pada ujungnya terdapat kelenjar. Biasanya ada tiga anak daun yang terdapat pada sehelai daun karet. Anak daun berbentuk eliptis, memanjang dengan ujung meruncing, tepinya rata dan gundul. | |
Biji karet mengandung karbohidrat, protein, dan lemak, tetapi dalam pengolahannya harus direbus minimal 2 jam untuk mengeluarkan racunnya. Biji karet juga bisa dijadikan pakan ternak dan sumber bio-energi alternatif yang dapat membantu masyarakat desa. Cangkang juga bisa digunakan untuk bahan bakar, baik melalui pengarangan maupun langsung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar