Jumat, 28 Februari 2014

BIJI KARET

Belajar Bersama Alam

Picture
Tanaman karet berasal dari bahasa latin yang bernama Hevea braziliensis yang berasal dari  Brazil. Sejarah karet bermula ketika Christopher Columbus menemukan benua Amerika pada tahun 1476. saat itu, Columbus tercengang melihat orang-orang Indian bermain bola dengan menggunakan suatu bahan yang dapat memantul bila dijatuhkan ketanah. Bola tersebut terbuat dari campuran akar, kayu, dan rumput yang dicampur dengan suatu bahan (lateks) kemudian dipanaskan diatas api unggun.

Tanaman karet merupakan pohon yang tumbuh tinggi dan berbatang cukup besar, tinggi pohon dewasa mencapai 15-25 meter. Batang tanaman biasanya tumbuh lurus dan memiliki percabangan yang tinggi diatas. Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal dengan nama lateks. Daun karet terdiri dari tangkai daun utama dan tangkai anak daun. Panjang tangkai daun utama 3-20cm. Panjang tangkai anak daun sekitar 3-10cm dan pada ujungnya terdapat kelenjar. Biasanya ada tiga anak daun yang terdapat pada sehelai daun karet. Anak daun berbentuk eliptis, memanjang dengan ujung meruncing, tepinya rata dan gundul.


Biji karet terdapat dalam setiap ruang buah. Jumlah biji biasanya ada tiga kadang enam sesuai dengan jumlah ruang. Biji karet berukuran besar dengan kulit keras. Warnanya coklat kehitaman dengan bercak-bercak berpola yang khas. Sesuai dengan sifat dikotilnya, akar tanaman karet merupakan akar tunggang. Akar ini mampu menopang batang tanaman yang tumbuh tinggi dan besar

Biji karet mengandung karbohidrat, protein, dan lemak, tetapi dalam pengolahannya harus direbus minimal 2 jam untuk mengeluarkan racunnya. Biji karet juga bisa dijadikan pakan ternak dan sumber bio-energi alternatif yang dapat membantu masyarakat desa. Cangkang juga bisa digunakan  untuk  bahan bakar, baik melalui pengarangan maupun langsung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar