Haliling
——————-
Di kalimantan selatan banyak ditemukan haliling khususnya didaerah sawah yang tergenang, haliling merupakan jenis keong sawah yang hidup didaerah persawahan, habitatnya di daerah persawahan dan tempat yang juga mirip sawah, yang airnya cukup bening, berlumpur dan airnya tak berarus/bergerak. Siang hari haliling ini bersembunyi ke dasar lumpur sehingga sulit dicari dan dikumpulkan. Malam hari ia menyebar menempel-nempel di batang padi atau tumbuhan lainnya. Pedagang haliling di pasar tradisional biasanya mengumpulkan haliling tersebut pagi hari, saat haliling masih berada di permukaan air dan menempel-nempel di batang padi (Herdiawan, 2006).
Haliling (marga Bellamya) termasuk dalam kelompok Operculata yang hidup di perairan dangkal yang berdasar lumpur serta ditumbuhi rerumputan air, dengan aliran air yang lamban, misalnya sawah, rawa-rawa, pinggir danau dan pinggir sungai kecil. Binatang ini lebih menyukai perairan yang airnya jernih dan bersih. Haliling mirip dengan tutut, termasuk keong suku viviparidae ini bisa memiliki tinggi cangkang sampai 40 mm dengan diameter 15-25 mm, bentuknya seperti kerucut membulat dengan warna hijau-kecoklatan atau kuning kehijauan. Puncak cangkang agak runcing; tepi-cangkang menyiku tumpul pada yang muda; jumlah seluk 6-7, agak cembung, seluk akhir besar. Mulut membundar, tepinya bersambung, tidak melebar, umumnya hitam. Operculum agak bundar, tipis, agak cekung, warna coklat kehitaman (Yulian, 2007).
Haliling mengandung zat gizi makronutrien berupa protein dalam kadar yang cukup tinggi pada tubuhnya. Berat daging satu ekor haliling dewasa dapat mencapai 4-5 gram. Selain makronutrien, tubuh haliling juga mengandung mikronutrien berupa mineral, terutama kalsium yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Dengan pengelolaan yang tepat, haliling dapat dijadikan sumber protein hewani yang bermutu dengan harga yang jauh lebih murah dari pada daging sapi, kambing atau ayam (Firdaus, 2007).
Nilai gizi haliling hampir sama dengan kalambuai, hal ini dikarenakan haliling termasuk jenis keong-keongan Berikut merupakan analisis gizi dari kalanbuai. Hasil uji proksimat dapat diketahui kalambuai mempunyai kandungan protein bisa mencapai 16 – 50 persen (Plantus, 2007).
http://hasanzainuddin.wordpress.com/nutrisi-alam-kampungku/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar